DAMPAK MANAJEMEN PAJAK TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN
DAMPAK MANAJEMEN PAJAK TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN
Mata Kuliah : Manajemen Perpajakan
Dosen Pengampu : Diyah Probowulan
Disusun Oleh :
Agusty Dwi Anggriawan
Febri Ari Prasetyo
Intan Sarifa Nuraeni
PRODI AKUNTANSI UM JEMBER ANGKATAN 2016
A. Pengertian
Profitabilitas
Rasio
Profitabilitas (Profitability Ratio) adalah rasio atau perbandingan
untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba (profit)
dari pendapatan (earning) terkait penjualan, aset, dan ekuitas
berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai
untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari
kinerja suatu perusahaan yang memengaruhi catatan atas laporan keuangan yang
harus sesuai dengan standar akuntansi keuangan.
B.
Fungsi Ratio Profitabilitas
Rasio-rasio profitabilitas diperlukan untuk pencatatan
transaksi keuangan biasanya dinilai oleh investor dan kreditur (bank) untuk
menilai jumlah laba investasi yang akan diperoleh oleh investor dan besaran
laba perusahaan untuk menilai kemampuan perusahaan membayar utang kepada
kreditur berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya sehingga
terlihat tingkat efisiensi perusahaan.
Efektivitas dan efisiensi manajemen bisa dilihat dari laba
yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan yang dilihat dari
unsur unsur laporan keuangan. Semakin tinggi nilai rasio maka kondisi
perusahaan semakin baik berdasarkan rasio profitabilitas. Nilai yang tinggi
melambangkan tingkat laba dan efisiensi perusahaan tinggi yang bisa dilihat
dari tingkat pendapatan dan arus kas. Rasio-rasio profitabilitas memaparkan
informasi yang pentingkan daripada rasio periode sebelumnya dan rasio
pencapaian pesaing.
Dengan demikian, analisis tren industri dibutuhkan untuk
menarik kesimpulan yang berguna tentang tingkat laba (profitabilitas) sebuah
perusahaan. Rasio profitabilitas mengungkapkan hasil akhir dari seluruh
kebijakan keuangan dan keputusan operasional yang dilakukan oleh manajemen
suatu perusahaan di mana sistem pencatatan kas kecil juga berpengaruh.
C.
Jenis-jenis
Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio)
Beberapa jenis rasio profitabilitas
yang sering dipakai untuk meninjau kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
yang dipakai dalam jenis jenis akuntansi keuangan antara lain :
1. Marjin
Laba Kotor (Gross Profit Margin)
Margin
laba kotor merupakan rasio profitabilitas untuk menilai persentase laba kotor
terhadap pendapatan yang dihasilkan dari penjualan. Laba kotor yang dipengaruhi
oleh laporan arus kas memaparkan besaran laba yang didapatkan oleh perusahaan
dengan pertimbangan biaya yang terpakai untuk memproduksi produk atau jasa.
Margin
Laba Kotor ini sering disebut juga dengan Gross Margin Ratio (Rasio Marjin
Kotor). Gross profit margin mengukur efisiensi perhitungan harga pokok
atau biaya produksi. Semakin besar gross profit margin semakin baik
(efisien) kegiatan operasional perusahaan yang menunjukkan harga pokok
penjualan lebih rendah daripada penjualan (sales) yang berguna untuk
audit operasional. Jika sebaliknya, maka perusahaan kurang baik dalam melakukan
kegiatan operasional. Rumus perhitungan laba kotor sebagai berikut.
Rumus Margin Laba Kotor :
Gros Profit Margin =
(laba kotor/ total pendapatan) x 100%
Contoh :
Laba kotor
perusahaan PT Megah Sejahtera: Rp48.000.000
Total pendapatan
perusahaan: Rp55.000.000
Maka Gross Profit
Margin perusahaan PT Megah Sejahtera = (Laba Kotor : Total Pendapatan) x 100%
= (48.000.000 : 55.000.000) x 100%
= 87%
2.
Margin Laba Bersih (Net
Profit Margin)
Net profit margin atau margin laba bersih merupakan rasio
profitabilitas untuk menilai persentase laba bersih yang didapat setelah
dikurangi pajak terhadap pendapatan yang diperoleh dari penjualan. Margin laba
bersih ini disebut juga profit margin ratio. Rasio ini mengukur laba bersih
setelah pajak terhadap penjualan. Semakin tinggi Net profit margin
semakin baik operasi suatu perusahaan. Net profit margin dihitung dengan
rumus berikut ini.
Rumus
Margin Laba Bersih :
Net Profit Margin = Laba Bersih Setelah
Pajak : Penjualan
Contoh:
Pendapatan
Penjualan Bersih (Net Sales) = Rp27.063.310.000.000.
Laba
Bersih setelah Pajak (Net Profit after Tax) = Rp2.064.650.000.000.
Marjin
Laba Bersih (Net Profit Margin) : ??
Jawaban:
Margin
Laba Bersih = Laba Bersih setelah Pajak : Pendapatan Penjualan bersih
Margin
Laba Bersih = Rp2.064.650.000.000 : Rp27.063.310.000.000
Margin
Laba Bersih = 7,63%
3. Rasio Pengambilan Aset (Return On Assets Ratio)
Tingkat pengembalian aset merupakan rasio
profitabilitas untuk menilai persentase keuntungan (laba) yang diperoleh
perusahaan terkait sumber daya atau total asset sehingga efisiensi suatu
perusahaan dalam mengelola asetnya bisa terlihat dari persentase rasio ini.
Rumus Rasio Pengembalian Aset sebagai berikut.
Rumus
Pengambilan Aset :
ROA = Laba Bersih :
Total Aset
Contoh
perhitungan ROA dengan memakai data laporan keuangan sebuah perusahaan.
Diketahui: laba bersih perusahaan sebesar Rp180.000.000 dan total aset
Rp20.000.000, maka hitunglah ROA perusahaan.
ROA = Laba Bersih
: Total Aset
ROA = 180.000.000
: 20.0000.000 = 9%
4. Rasio Pengembalian Ekuitas (Return On Equity Ratio)
Return on Equity Ratio (ROE) merupakan rasio profitabilitas
untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi
pemegang saham perusahaan tersebut yang dinyatakan dalam persentase. ROE
dihitung dari penghasilan (income) perusahaan terhadap modal yang
diinvestasikan oleh para pemilik perusahaan (pemegang saham biasa dan pemegang
saham preferen). Return on equity menunjukkan seberapa berhasil
perusahaan mengelola modalnya (net worth), sehingga tingkat keuntungan
diukur dari investasi pemilik modal atau pemegang saham perusahaan. ROE yaitu
rentabilitas modal sendiri atau yang disebut rentabilitas usaha. Rumus Return
On Equity sebagai berikut.
Rumus
Rasio Pengambilan Ekuitas :
ROE = Laba Bersih Setelah Pajak :
Ekuitas Pemegang Saham
Contoh:
Berdasarkan
laporan keuangan yang diterbitkan per tanggal 31 Desember 2017, PT Megah
Sejahtera yang bergerak di sektor konstruksi memiliki laba bersih setelah pajak
sebesar Rp500 juta, total ekuitas para pemegang saham adalah sebanyak Rp800
juta. Berapakah rasio pengembalian ekuitas atau Return of Equity (ROE) PT Megah
Sejahtera?
ROE = Laba bersih
setelah Pajak : Ekuitas Pemegang Saham
ROE = Rp500.000.000
: Rp800.000.000
ROE = 62,5%
5. Rasio Pengembalian Penjualan (Return On Sales Ratio)
Return on Sales merupakan rasio profitabilitas yang
menampilkan tingkat keuntungan perusahaan setelah pembayaran biaya-biaya
variabel produksi seperti upah pekerja, bahan baku, dan lain-lain sebelum
dikurangi pajak dan bunga. Rasio ini menunjukkan tingkat keuntungan yang
diperoleh dari setiap rupiah penjualan yang juga disebut margin operasional (operating
margin) atau Margin pendapatan operasional (operating income margin).
Berikut ini rumus untuk menghitung return on sales (ROS).
Rumus Rasio Pengambilan Penjualan :
ROS
= (Laba sebelum Pajak dan Bunga / Penjualan) x 100%
Contoh:
PT
Megah Sejahtera menghasilkan Laba sebelum Pajak dan Bunga sebesar Rp100 juta
sedangkan Penjualan adalah sebesar Rp1,5 miliar. Berapakah Return on Sales
atau tingkat pengembalian Penjualan PT Megah Sejahtera?
Jawaban:
ROS
= (Laba sebelum Pajak dan Bunga : Penjualan) x 100%
ROS
= (Rp. 100.000.000 : Rp. 1.500.000.000) x 100%
ROS
= 6,7%
6.
Pengambilan Modal Yang Digunakan (Return On Capital Employed)
Return on Capital Employed (ROCE) merupakan rasio
profitabilitas yang mengukur keuntungan perusahaan dari modal yang dipakai
dalam bentuk persentase (%). Modal yang dimaksud adalah rkuitas suatu
perusahaan ditambah kewajiban tidak lancar atau total aset dikurangi kewajiban
lancar. ROCE mencerminkan efisiensi dan profitabilitas modal atau investasi
perusahaan. Laba sebelum pengurangan pajak dan bunga dikenal dengan istilah
”EBIT” yaitu Earning Before Interest and Tax. Berikut ini 2 rumus ROCE
yang sering digunakan.
Rumus Pengambilan Modal Yang Digunakan :
ROCE = Laba Sebelum Pajak dan Bunga / Modal
Kerja
atau
ROCE = Laba Sebelum Pajak dan Bunga /
(Total Aset – Kewajiban)
7. ROI
(Return on Investment)
Return
on investment merupakan rasio profitabilitas yang
dihitung dari laba bersih setelah dikurangi pajak terhadap total aktiva. Return
on investment berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan secara
keseluruhan dalam menghasilkan keuntungan terhadap jumlah aktiva secara keseluruhan
yang tersedia pada perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin baik
kondisi suatu perusahaan. Rumus Return on Investment berikut ini.
Rumus
ROI :
ROI= ( (Laba Atas Investasi – Investasi Awal) / Investasi )x
100 %
Contoh :
Perusahaan Maju
Bersama melakukan investasi sebesar Rp500.000.000 kepada sebuah usaha penjualan
produk kendaraan. Perusahaan Maju Bersama ternyata mendapatkan penjualan
sebesar 1.000 unit kendaraan. Dan dari penjualan tersebut perusahaan mendapat
keuntungan sebesar Rp600.000.000.
Diketahui :
keuntungan (laba) investasi sebesar Rp100.000.000
Dan
modal (investasi) awal sebesar Rp500.000.000
Jadi
diperoleh perhitungannya sebagai berikut.
ROI = (Rp600 juta – Rp500 juta) : Rp500 juta) x 100 = 20%
Jadi diperoleh ROI nya
adalah sebesar 20%
8.
EPS (Earning Per Share)
Earning per share merupakan rasio profitabilitas yang
menilai tingkat kemampuan per lembar saham dalam menghasilkan laba untuk
perusahaan. Manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan calon pemegang saham
sangat memperhatikan earning per share karena menjadi indikator keberhasilan
perusahaan. Rumus earning per share sebagai berikut.
Rumus EPS :
EPS = Laba Bersih Setelah Pajak – Dividen Saham Preferen / Jumlah Saham Biasa yang Beredar
Contoh:
Perusahaan Setia Merdeka mempunyai saham yang beredar
sebanyak 1 juta lembar pada tahun 2017, Laba bersih setelah pajak adalah Rp1
miliar. Perusahaan Setia Merdeka kemudian memutuskan untuk membagikan 10%
dividen atau sekitar Rp100 juta kepada pemegang sahamnya. Berapakah Earning
Per Share (EPS) atau Laba per lembar sahamnya ?
Laba per Saham (EPS) = (Laba Bersih setelah
Pajak – Dividen) : Jumlah Saham yang Beredar
Laba per Saham (EPS) = (1.000.000.000 –
Rp100.000.000) : 1.000.000
Laba per Saham (EPS) = 900.000.000 : 1.000.000
Laba per Saham (EPS) = 900,-
Jadi Laba per Saham atau Earning per Share (EPS)
PT Setia Merdeka adalah sebesar Rp900.
DAFTAR PUSTAKA
Sugiono, Arief. Managemen Keuangan untuk Praktisi
Keuangan. Penerbit Grasindo.
Susilowati, Y., Turyanto, T., 2011. Reaksi Signal Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas Terhadap Return Saham Perusahaan.
Susilowati, Y., Turyanto, T., 2011. Reaksi Signal Rasio Profitabilitas dan Rasio Solvabilitas Terhadap Return Saham Perusahaan.
Sawir, Agnes, 2009. Analisa Kinerja
Keuangan dan Perencanaan keauangan Perusahaan, PT. Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
Syafri Harahap, Sofyan, 2008.
Analisa Kritis atas Laporan Keuangan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Syamsuddin, Lukman, 2001. Manajemen
Keuangan Perusahaan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Komentar
Posting Komentar